Friday, 9 October 2020

Day 6 : Single Happy

 May i share my princip of being single to be the intro of this writing? 

It would be :


To me, being happy isn't always being in a relationship.

Hehe.


Saya orangnya nggak terbiasa ada dalam suatu hubungan, karena saya selalu merasa hubungan itu mengikat. Entah larangan untuk ngelakuin ini itu, perbedaan pendapat yang mungkin susah untuk ditolerir. Menurut saya, nggak mudah buat menyatukan dua kepala, memperkenalkan dunia ke satu sama lain dan mengajak untuk mendalaminya bersama, meredam ego satu sama lain agar tidak saling memenangkan argumen masing-masing. Sebenarnya, nggak sulit sih. KALAU ORANGNYA TEPAT.


Nah, itulah mengapa saya merasa single adalah pilihan yang terbaik. Karena dengan menjadi single, kita setidaknya nggak terlalu cepat menyimpulkan seseorang itu memang orang yang tepat bagi kita. Takutnya ntar suatu hubungan dipaksa menjadi tepat hanya karena kita "merasa" seseorang yang ada di samping kita itu orang yang tepat. Iya sih, saya tahu definisi tepat itu pasti berbeda-beda tiap orang karena sama seperti cantik, bagi saya tepat itu relatif.


Untuk mengenal seseorang dan menganggap mereka orang yang tepat bagi saya nggak cukup cuman sebulan, apalagi sehari atau dua hari. Bayangin ajaa, kita membagi dunia kepada orang yang baru saja kita kenal. Sulit pasti. 
Bagi saya, hubungan nggak cuma sekadar memberi tahu, mendengarkan dan excited sama semua-semua dari orang yang kita cinta. 

Tapi, sama-sama memperkenalkan, 

"Ini lho, duniaku. Kalau duniamu gimana?" atau "Ini lho, pandanganku terhadap ini itu. Kalau terhadap ini itu, pandanganmu gimana?"

Karena kalau yang kepo dan ingin tahu cuma salah satu, ya mending nggak usah jadi satu. Single aja. Happy kok.


Single kasihan banget ya, berarti kita nggak laku-laku gitu? Cih, mana ada.

Menurut saya, single tuh lebih seru karena kita bisa lebih fokus sampai benar-benar tahu apa yang benar-benar kita tuju, dan nggak mudah terpaku sama hal-hal yang semu.

Ketika kita bisa menemukan orang yang punya sama mata, sama mulut, sama telinga dan dada & bahu yang kuat untuk menopang jiwa & raga. ASheeGGG~


Single bukan berarti kita sendiri, lho. It will never be like that. Tanpa menjatuhkan pihak yang satunya, saya menganggap single itu tangguh aja karena dia bisa facing everything by themselves. Ada masalah, ya dikelarin sendiri. Nggak terlalu terikat untuk minta saran pacar dan menyelesaikan masalah atas seizin pacar. 


Single happy, ya karena.. permasalahannya yang dihadapi bakal lebih besar dari sekadar ruang lingkup dua kepala yang biasanya bikin lupa segala. Single happy karena mental bakal lebih terjaga, lebih stabil.

Single nggak punya sumber atensi? Salah besar.


Kenapa saya bilang single lebih happy ya karena atensinya nggak terpusat pada satu orang ; pasangan. Atensinya bisa darimana aja dan we can count it in more supportive & positive way. Bayangin kalau pacaran yang dipermasalahin kadang kan, "Eh.. kamu kok nggak perhatian sih? Aku nih pacarmu, lho." Beda kalo single. Yang keluar dari pikiran juga, "Eh.. gila! Makasih loh ya, kamu udah perhatian ke aku." 

Ya itu yang bikin happy. Kita bisa punya perspeksi yang lebih positif kepada semua hal. Nggak terbiasa minta lebih akan hal yang datang dalam hidup. Nggak pernah merasa kurang atas apapun yang datang walaupun mungkin tanpa permisi.

Single happy karena..

Nggak perlu ada permasalahan kalau salah satu lua waktu untuk saling beri kabar. Nggak perlu ada perdebatan ini itu kalau salah satu gendutan atau kurusan. Nggak perlu ada masalah untuk saling menjatuhkan terhadap sesama manusia hanya karena ada rasa cemburu ini itu. Nggak perlu ada masalah nggak bisa nyempetin waktu karena yang paling berharga ya ketemu sama siapapun itu. Hihi.

Saya nggak bilang yang pacaran itu lemah ya.

Saya justru salut, soalnya mereka bisa dalam hubungan yang saling jaga hati, jaga pikiran dan memberdirikan apa-apa yang beda pada awalnya.

Saya salut banget mereka bisa menahan ego dan milih untuk mengalah di saat yang tepat. Saya belum bisa. 

Eh, bisa deng. 

Tapi kayaknya waktu itu orangnya nggak tepat, dan saya nggak mau kalau dalam suatu hubungan saya doang yang dominan. Saya sadar saya orangnya expecting banget, bahkan demanding. Makanya, kalau saya nemu partner yang nggak tepat, saya malah jadinya suka kacau hatinya karena saya ngerasa mereka punya hutang sama ekspektasi saya, dan akhirnya sakit sendiri karena tahu mereka nggak bisa menuhin itu.

Bisa nerima, bisa.

Tapi, kalau dipaksain, ya buat apa? Sakit sendiri.

Mending single terus, 

terus dapetnya yang tepat sekalian. Sampe-sampe bikin saya sungkan buat expecting atau bahkan demanding. WKWKWK~

Makanya kenapa saya single & happy,

ya soalnya saya terlalu alpha, 

dan mungkin nggak bisa kalau terlalu lama sama orang-orang yang beta/omega. Saya tetep single and happy deh, sampe saya bisa nemu yang lebih alpha dari saya. Nggak tahu kapan tapi, HEHE~

Ditunggu aja, sekarang saya masih happy dan fine kok being single~


Cheers<3


Thursday, 8 October 2020

what's love?

when you called it love,

may you ask yourself

is it love,

or is it something else?


because sometimes you don't know

that you're not in love,




you're just obsessed.


Day 5 : My Parents

 First and foremost, i just wanna say, 

"Welcome to my family!", where rock n roll happens here and rules are crazily out of mind because we successfully create our own standart! (whoooaa, intro yang dahsyat juga Nad)




Gimana enggak, orang tua saya kerennya luar biasa dan bagus banget dalam mendidik anak-anaknya. Orang tua saya, bukan orang tua yang menyuruh anaknya untuk jadi ini itu sesuai kemauannya. Orang tua saya, bukan orang tua yang menjadikan anaknya akses atas rasa idealisnya dalam mengejar mimpi-mimpinya (yang tertunda/gagal) dulu.


Pernah dulu saya melihat realita yang cukup menyakitkan bagi saya ketika teman saya tidak bisa menjalani mimpinya untuk menjadi seniman karena ia diminta untuk menjadi budak korporat seperti keinginan Ayahnya dulu, padahal Ayahnya kini menjadi pebisnis. Kan, tragis.

Mimpi-mimpi siapa, yang disuruh jadi penggapai siapa. 


Satu-satunya hal yang bikin saya malu kalau ingin menyerah dalam mengejar mimpi saya adalah orang tua saya. Lha piye, sudah dikasih orang tua yang seasyik itu, sememperbolehkan itu atas apapun mimpimu, masa masih mau nyerah aja?

Banyak teman-teman yang struggling diluar sana dan terhambat dunianya karena keinginannya yang seolah tak diberi jalan.


Orang tua saya juga orang tua yang cukup humoris. Bercandaannya kadang nggak jelas, apalagi bapak saya. Udah bapak2id banget.

Tapi kalau Ibu saya,

wooh..

bahasa Jawanya itu gak karu-karuan dan urakan. 


Bercandaan sama Ibu saya udah berasa kayak bercandaan sama sahabat sendiri. Sampai-sampai kalau saya nggak bisa ngontrol ketawa saya sama Ibu saya, saya bakal ditegur habis-habisan soalnya Bapak saya merasa kebisingan.


Ini nih, part yang paling berat buat diomongin.

Orang tua saya, juga orang tua yang romantis.  Anak-anaknya? Beuuuuh, kisah cintanya aja pada kandas. Lha kok pulang-pulang, orang tua saya pacaraaaaan mulu. Gowes pagi-pagi lah, terus pergi ke daerah atas Mojokerto berdua sore-sore lah, dan lainnya. 

Saya sama kakak saya ngerasa iri banget. Ya gimana ya,


kenapa nggak kita aja sih yang harusnya bisa bermesraan sama pacar? Hhhfhff.


Orang tua saya juga team yang baik dalam menyelesaikan permasalahan. Tiap ada masalah, semisal ada salah satu yang egois, ya salah satu bisa ngalah dan berani menunjukkan sikap untuk minta maaf. 

Saya mungkin nggak diajarin secara langsung sama mereka gimana caranya minta maaf, punya rasa bersalah, atau mengalah dalam suatu perdebatan. Tapi, dari cara mereka bersikap, saya seolah dikasih silabus buat berkemanusiaan. Asheeg~


Orang tua saya bener-bener dua arah banget, apalagi di usia saya & kakak saya yang lagi idealis-idealisnya ini. Cara mereka memberi tahu kami bahwa idealisnya kita ini nggak bisa ngasih kita makan itu perlahan-lahan dan nggak mentah-mentah. Jadi, kita masih bisa enjoy the moment yang kita dapet di usia segini, tapi perlahan-lahan wejangan juga tetap jalan. Mereka membiarkan kita mau melangkahnya darimana, secepat apa, dan rehat dimana. Yang jelas, mereka nggak henti-hentinya ngasih pesan, "Hati-hati, dan jangan sampai tersesat." Lebih-lebih mungkin mereka kasih wejangan yang ibaratnya, "Kalau nggak tahu jalan, tanya orang sekitar.. kalau nggak pake maps." Itu bisa banget sih diimplikasikan ke hidup soal pencapaian-pencapaian yang kita pengen.


Orang tua saya juga tahu nakal-nakalnya anak-anaknya ini sampai mana. Saya yang memilih buat terbuka, terutama sama Ibu saya. Saya jujur ke beliau kalau saya ngudud, saya jujur kalau saya minum dan emang hobi pulang malem karena suka ngopi dan ngerjain kerjaan diluar, adaaa aja pokoknya kerjaan. Untuk kenakalan-kenakalan lebih lanjutnya, yang jelas saya juga bakal laporan ke kedua orang tua saya. Biar mereka juga tahu, dan saya juga punya rem untuk diri sendiri karena keinget mereka terus. Takutnya, keluar dari rumah malah menjadikan saya salah kaprah dan los dol rem blong karena nggak bisa berani terbuka ke orang tua.


Saya yakin, orang tua saya pasti nggak sekali atau dua kali kecewa sama anaknya. Saya yakin pula, orang tua saya juga nggak jarang merasa bangga karena punya saya & kakak saya. Tapi, saya & kakak saya yakin.. dari waktu-waktu yang masih ada dan tersisa buat kita semua kedepannya, saya & kakak saya bakal bisa bikin mereka lebih bangga, lebih-lebih ajak mereka keliling dunia dan transfer tiap hari lewat rekening BCA.

Semoga, ya?






Wednesday, 7 October 2020

Day 4 : Places You Want To Visit

 There's a lot of places that i want to visit, actually.

Tapi, kalo udah liat 1 kalimat itu,

rasanya yang popped up di pikiran itu :


1. Italy

Kenapa Italia.....soalnya ada Davidnya Michelangelo. HEHE~


Iya, tapi bener. Sebelum saya bener-bener meninggalkan dunia yang gak karu-karuan ini, saya pengen diem dan mantengin David di dalem Accademia Gallery. Gatau gimana caranya, pasti bisa.

Nanti bonus juga mau lihat lainnya yang punya Botticelli sama Da Vinci, Aaaamiiinn.




2. Oia



Jadi, waktu lockdown (kira-kira bulan April awal) dirumah, Bapak sering banget tiba-tiba muter video travelling di Youtube dan ditayangin ke TV. Jadinya, ketonton deh sama saya. Terus kalo abis nonton suatu video gitu kan yang keputer selanjutnya adalah video-video sejenis, nah.. tiba-tiba ada tuh video travelling ke suatu tempat namanya Oia.

Pas dilirik, kok asik gini. Akhirnya, saya yang tadinya nonton cuma dari kursi meja makan, langsung pindah ke sofa depan TV biar bisa fokus nontonnya. Abis, baru tahu kalau ada tempat namanya Oia di Yunani, dan langsung dimasukin wishlist tempat yang harus dituju sebelum tiada.



3. New Zealand


New Zealand ini sudah jadi negara destinasi untuk melanjutkan pendidikan atau bahkan tinggal disana. Awalnya sebenernya cuma gara-gara liat Mbak Rara, kenapa sih kok kuliahnya ke New Zealand? Terus mencari tahu tuh dulu, sampe bener-bener jadi mimpi banget deh pokoknya untuk kuliah di NZ, terutama Wellington kalo nggak Queenstown. Sampe-sampe dulu tuh ngeprint foto Wellington banyak banget terus ditempelin di kamar biar semangat. Kita lihat nanti deh ya, bisa nggak tuh mimpi buat kuliah disana kesampean. WKWKW bismillah~



4. Finland

Sebelum NZ, negara idaman yang pengen dijadiin tempat tinggal adalah Finland. Awalnya sesederhana gara-gara pengen banget bisa lihat aurora kalau tinggal disana, soalnya.. mimpi buat lihat aurora udah ada sejak SD. Nah, pasti bakal asik tuh tinggal disana, bisa lihat aurora~


Apalagi, abis dengerin lagunya mbak Heidi - Soon Finland yang on repeat banget jaman SMA dulu. Rasanya langsung pengen cepet-cepet ambil koper terus pindah. WKWKWK ngga doooong lo kira segampang ituuuh?



5. Ubud

Udah, ini mentok bener-bener mentok kalo emang ternyata nggak bisa settle di luar negeri. Yaudah, di dalem negeri aja tinggalnya. Tapi, maunya Ubud. Hueeee #maksa.

Kenapa ya? 

Soalnyaaa..



Ijo aja gitu. 

Terus adem juga kan :")

Sebenernya, nyaman dan lain sebagainya, Jogja masih juaranya. Ya mungkin karena saya kan lamanya di Jogja, belum in relationship sama Ubud. 

Doain ya, rencananya entah kapan, mau pdkt sama Ubud. Kali aja bisa deket beneran. Soalnya kalo pdkt ke Ubud itu bakal serius dijadiin rumah, bukan cuma tempat singgah. Alalalaah~


Kalo kalian,

places that you want to visit, mana aja?


:) 

Tuesday, 6 October 2020

Day 3 : A Memory

A memory, huh?

It was March 5th, 2014. 



When i hit the bottom,

when i found out that life could hit you at your finest,

when life taught you things even when you're not ready,

when days are went amazing but in the night you're just crying all over the same things & continued for 5 months,

when life taught you to see the different side in everything..

when you realized, life isn't about a good memory,

but a beautiful tragedy.



A memory, huh?

It was July 4th, 2014.



When it is not only an independence day of America,

but it is also an independance day in my life.

When you already free from everything that holds your breath,

when you can totally see everything clearly,

when all you do every night isn't crying but thanking God that you still survived till the day you think you're not.



A memory, huh?

It was January, 17th, 2017.

When i'm totally fucked up because of my own mistakes.

When almost everyone see me as 'black'.

When i'm always looking down and faking my happiness just to survive

when i really didn't want to go to school because it such a pressure,

when i need to help myself to get up

and prove to them all that they should see my white even it is just a dot in my black pages.



A memory, huh?

It was August, 5th, 2017.

When i'm going to my very first concert with my friends and didn't expect that it would be this addictive.

When i didn't care about everything but music & dreams.

When my playlist in Spotify knows me better than a human.

When all i see is happiness in the crowd,

when i see harmony in every steps i take.

It was a good memory,

a very very good memory till all i want to do is going back to that day if i could.





A memory, huh?

It was February, 16th, 2018.



When heartbreak is created by the postponed concert of your favorite band,

when everything is out of hand,

when all you can do is nothing but expecting nothing while you hurt inside & outside

When the train that supposed to free the curiosity, turns out to be the train that go home with cold reality.




A memory, huh?

It was September, 18th, 2019.



When you do the first thing that changes your life so much,

give impact so much in your life that you really grateful for that day.

When you feel the air is so much breathable with a thing called.. 

cigarettes.



A memory, huh?

It was December, 3rd, 2019.



When you have the best day with your friends

in the day you thought it wouldn't be that great.

The day you can finally run from side to side of the beach,

blaming life but still thanking for it.



A memory, huh?

It was April, 13th, 2020.



My friends said, "Find a place in this little town so that you think you should always coming back home."

I finally found a reason to always remember my home,

to always go back here,

but its not a place.

Its the people.



A memory, huh?

It was May, 23rd, 2020.



I thought i couldn't be hurt harder in love,

but starting from this date till July 27th,

i realized that.. i still have hearts that could hurted anytime even when i didn't want to.

Unpredictably hurting and deadly beautiful.

But.. hey,

i survived.




A memory, huh?

It was the beginning of this month.



When you have your homies around,

when you know them better by spending time less than a week.

When you so sure that you're right about home,

that it is not a place but its still and always be the people.



-



There will be a lot of upcoming memories, 

when everything feels so long,

a moment of ups and downs,

suprises that came with no hello,

many people that comes and goes,

and everything that happens with no intro & ending.

but..

at least,

remember that it will be lasts,

it will grow us to be a better human,

it will built us into a beautiful creature in this damn cold world.



mark my words.

<3




trite

i alw ays won der are The Smiths re ally be honest , for the h e avenly fe e li n gs o f de ad by yo u r sid e. bec ause by on ly seeing ...